Do-It Edukasi Pentingnya Melek Literasi Keuangan bagi Kaum Millenial



Generasi Millenial sangatlah dipermudah untuk mengakses lembaga keuangan pada saat ini. Kaum milenial yang sudah familiar dengan gawai dan juga internet, akan lebih mudah bagi untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan. Akan tetapi berdasarkan Indeks Inklusi Keuangan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi mahasiswa di Indonesia masih di angka 64,2% dari total 64,3 juta jiwa kelompok usia 16-30 tahun. Angka tersebut tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK tahun 2016, terdapat 67,8% masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun, hanya 29,7%-nya yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai mengenai produk dan layanan keuangan. Terlebih lagi pesatnya pertumbuhan industri fintech, mahasiswa yang memiliki peranan sebagai penyambung tangan untuk masyarakat luas tentunya harus tahu dan mengikuti perkembangan industri tersebut dan apa manfaatnya bagi perekonomian di Indonesia. Maka dari itu, Do-It mengadakan penyuluhan literasi keuangan di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tanggal 17 Mei 2019.[MI1] 

Hal ini dilakukan oleh Do-It sebagai wujud kontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Pasalanya, generasi milenial khususnya mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa. Menurut BPS, tahun 2017 penduduk Indonesia didominasi kelompok umur produktif dengan rentan usia 15—39 tahun. Itu artinya 84,75 juta dari 258 juta penduduk Indonesia berada di usia produktif yang juga berarti 32% penduduk Indonesia kini didominasi generasi millennial. Maka dari itu, Do-It memberikan penyuluhan tentang perkembangan industri fintech, segementasinya di Indonesia hingga bagaimana industri ini bisa memberikan peningkatan bagi pendapatan domestik bruto Indonesia, serta peranan fintek dalam mengisi gap pendanaan bagi sektor usaha kecil menengah (UMKM). Penyuluhan ini disambut baik oleh para mahasiswa UMJ, pasalnya sebagian dari mereka ada yang sudah memakai produk fintek. akan tetapi ternyata masih banyak yang belum mengetahui apa dampak yang diberikan oleh fintek secara makro, ujar Airlangga, pembawa materi di Penyuluhan Literasi Keuangan oleh Do-It bersama dengan UMJ.  Acara kali ini pun juga disambut baik oleh para mahasiswa UMJ.


 [MI1]Coba explore lebih dari sini deh ttg cakap keuangan, target literasi keuangan ((Tempo), kenapa Literasi Keuangan penting (Investopedia & Medium).

https://bisnis.tempo.co/read/1178611/ojk-literasi-dan-inklusi-keuangan-masyarakat-indonesia-rendah/full&view=ok
https://www.investopedia.com/articles/investing/100615/why-financial-literacy-and-education-so-important.asp
https://medium.com/datadriveninvestor/the-importance-of-financial-literacy-in-the-age-of-e-finance-c62b5080cec2