Dorong Masyarakat Produktif, Do-It Berikan Modal dan Edukasi Bagi Petani Jagung di Bolaang Mongondow



Do-It berkomitmen untuk memberdayakan dan memajukan masyarakat, terutama kelompok masyarakat produktif yang belum tersentuh layanan keuangan. Hal ini ditunjukkan dengan bantuan permodalan yang diberikan pada 125 orang petani di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Bantuan permodalan yang diberikan merupakan hasil kerja sama dengan mitra setempat PT Karya Bangun Informasi (KBI) yang akan menjamin ketersediaan pupuk dan benih secara tepat waktu untuk memaksimalkan hasil produksi. Hence Lintjewas, Direktur PT KBI Cabang Sulawesi Utara, mengatakan bahwasanya produksi jagung di Bolaang Mongondow memiliki potensi yang cukup besar, namun sangat disayangkan sebagian besar petani di sana kekurangan modal untuk membeli bibit dan pupuk untuk memaksimalkan daya produksi. PT KBI sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan pendistribusian hasil tani yang bekerjasama dengan beberapa produsen pakan ternak besar di daerah Sulawesi Utara untuk memberikan harga jual yang terbaik bagi para petani dan juga memutus mata rantai tengkulak.

Oleh karena itu, Do-It bekerja sama dengan PT KBI untuk menjamin ketersediaan pupuk dan benih secara tepat waktu demi memaksimalkan produksi jagung. Bentuk kerja sama yang dilakukan adalah pihak Do-It memberikan bantuan pinjaman modal bagi lima kelompok petani dari beberapa desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Suntikan dana tersebut akan dialokasikan untuk pengelolaan lahan seluas 125 hektar termasuk dana untuk pembelian pupuk, pestisida dan juga bibit jagung unggulan. Pinjaman modal kerja ini juga menggunakan sistem tanggung renteng antara sesama anggota kelompok tani, hal ini bertujuan untuk memitigasi risiko kredit, sehingga biaya bunga yang dibayarkan oleh petani menjadi lebih ringan. Selain itu, program ini juga dijamin oleh asuransi pertanian dari Jasindo untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen. “Program kerja sama ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap kelompok masyarakat produktif untuk memaksimalkan produksi serta harga jual,” ujar Kadi, Direktur dari Do-It. Kerja sama ini juga sejalan dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan aturan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang terus berupaya mendorong peningkatan pembiayaan di sektor produktif.

Selain itu, Do-It juga memberikan edukasi keuangan mengenai cara mengatur uang agar dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan produksi dan rumah tangga. Pasalnya, masih banyak petani di sana yang masih belum bisa membuat perencanaan keuangan, khususnya setelah menerima uang hasil panen. Seperti yang diujarkan oleh Jemi Manorek, petani jagung di Desa Mogoyunggung. “Ya masalah kami ini ya di ladang, kami membutuhkan dana untuk membeli pupuk agar produksi jagung kami bisa meningkat, jadi kami berterima kasih atas bantuan pinjaman dari PT Glotech (Do-It). Kami juga belajar bagaimana caranya mengatur modal yang telah diberikan kepada kita orang agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.” Acara ini diakhiri dengan penandatanganan akad kredit bersama 125 orang petani jagung di Bolaang Mogondow yang 60 persennya merupakan petani wanita.